Mencuci Tangan Dengan Sabun Sebagai Salah Satu Usaha Menghindari Corona

Mencuci Tangan Dengan Sabun Sebagai Salah Satu Usaha Menghindari Corona

Lifestyle

Tahun 2020 menjadi tahun yang sangat kelam karena adanya sebuah pandemi yang menyerang seluruh dunia. Tak ada yang tahu jika bencana ini akan terjadi, seluruh dunia hingga detik ini masih berjuang untuk mencari solusi guna menanggulangi wabah yang membuat roda kehidupan melambat.

Di indonesia sendiri setiap hari ada ratusan pasien baru yang terjangkit virus corona. Berbagai macam langkah penanggulangan telah dilakukan oleh pemerintah. Mulai dari pembatasan sosial berskala besar dimana aktivitas sosial sangat dibatasi dan kontak antara individu saat ini bisa berarti pertaruhan nyawa.

Tidak ada yang boleh meremehkan wabah yang saat ini sedang berlangsung. Karena terakhir kali negara ini lengah pada bulan februari 2020 saat wabah ini muncul di china, negara ini harus menelan pil pahit dengan menanjaknya grafik pasien corona di indonesia. Awal tahun 2020 pemerintah dan masyarakat dibuat gelagapan dengan adanya wabah yang satu ini.

Berbagai langkah saat ini telah dilakukan oleh pemerintah untuk menekan angka penyebaran virus corona yang semakin meluas. Bahkan pemerintah telah mengeluarkan protokol kesehatan yang tertuang dalam keputusan kementerian kesehatan nomor 328 tahun 2020 yang memuat tentang protokol kesehatan di tengah pandemi corona.

Disiplin Menjelang New Normal

Salah satu disiplin baru dalam kehidupan yang harus diterapkan dalam menghadapi new normal adalah mencuci tangan dengan sabun. Sabun apapun bisa digunakan untuk meminimalisir bahkan sabun mandi. Pemerintah merekomendasikan untuk selalu teratur mencuci tangan dan mensterilkan dengan hand sanitizer setelah keluar rumah.

Membatasi kontak langsung dengan individu juga harus dilakukan karena penularan virus ini adalah dari droplet yakni cairan yang dikeluarkan dari mulut dan hidung. Apabila setidaknya antara individu tidak bisa menjaga jarak maka penularan langsung akan sangat mudah terjadi. Memakai masker juga dianjurkan oleh pemerintah bagi yang ingin keluar rumah.

Bahkan baru-baru ini penggunaan face shield atau pelindung wajah yang terbuat dari plastik bening untuk mencegah paparan droplet mulai umum digunakan oleh pegawai toko swalayan yang telah kembali membuka bisnisnya. Kunci untuk meminimalisir tertular virus corona adalah dengan seminimal mungkin melakukan aktivitas sosial.

Namun dengan dibatasinya aktivitas sosial di luar rumah ini tentunya menyulitkan masyarakat yang setiap hari bergantung pada jalanan untuk menghidupi anak istri. Ambil saja contoh driver ojek online yang masih bertaruh nyawa untuk tetap mencari sesuap nasi untuk keluarga di rumah.

Meskipun telah mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan menggunakan hand sanitizer untuk membersihkan tangan setelah melakukan kontak. Peluang untuk tertular virus corona masih saja mungkin terjadi. Ketidakpastian inilah yang membuat masyarakat kurang mendengarkan anjuran pemerintah.

Masyarakat bahkan banyak yang dengan terang-terangan menolak anjuran pemerintah dan menganggap corona adalah berita bohong belaka. Entah pemikiran ini asalnya dari mana tidak ada yang tahu. Yang pasti virus corona yang menyebar di indonesia adalah nyata adanya dan telah menelan banyak nyawa.

Apabila masyarakat masih saja tidak disiplin bahkan menolak anjuran pemerintah untuk memakai masker dan menjaga kontak saat berada di luar rumah maka wabah corona ini tak akan pernah ada ujungnya. Memang urusan perut membuat banyak warga bertaruh nyawa di luar sana, ada yang mematuhi protokol dan ada yang tidak.

Ada satu pelajaran yang bisa diambil dari new normal ini, tetap bekerja dan mempertaruhkan nyawa boleh saja asalkan anda tetap mematuhi protokol pemerintah dengan memakai masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun. Jangan sampai karena mencari sesuap nasi namun raga anda tak lagi bisa kembali.